Aditia Ramadhani, Sinta (2024) FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL BERESIKO PADA REMAJA SMP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENARIK MUKOMUKO TAHUN 2023. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL BERESIKO PADA REMAJA SMP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PENARIK MUKOMUKO TAHUN 2023.
![]() |
Text
sinta aditya.docx Download (11kB) |
Abstract
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) yang melakukan penelitian di beberapa negara berkembang menunjukkan 40% remaja laki - laki berumur 18 tahun dan 40% remaja perempuan berumur 18 tahun telah melakukan hubungan seks meskipun tanpa ada ikatan pernikahan (UNESCO, 2018). Riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018 tentang kesehatan reproduksi dan perilaku berisiko pada remaja didapatkan 0,7% remaja perempuan dan 4,5% remaja laki-laki pernah melakukan hubungan seksual pranikah (Kemenkes, 2019). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual beresiko pada remaja SMP di wilayah kerja Puskesmas Penarik tahun 2023. Metode yang digunakan adalah desain penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional, data dikumpulkan dengan menyebarkan kuisioner pada 155 responden siswa SMP di wilayah kerja Puskesmas Penarik dengan teknik Probability Sampling. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsionate stratified random sampling. Hasil analisis bivariat statistik diperoleh p value=0,006(< 0,05), maka dapat disimpulkan ada hubungan antara variabel pengetahuan remaja dengan perilaku seksual berisiko. Adapun nilai Odd Ratio (OR) =3.835(1.393-10.560), artinya bahwa remaja dengan pengetahuan yang tinggi berpeluang tidak berperilaku seksual berisiko sebesar 3.8 kali lebih besar dari responden yang memiliki pengetahuan rendah. Hasil uji statistik diperoleh p value=0,008(< 0,05), maka dapat disimpulkan ada hubungan antara variabel teman sebaya dengan perilaku seksual berisiko. Adapun nilai Odd Ratio (OR) = 3.455 artinya bahwa remaja berpengaruh positif berpeluang tidak berperilaku seksual berisiko sebesar 3,4 kali lebih besar dari responden yang berpengaruh negatif. Hasil uji statistik diperoleh p value=0,005(< 0,05), maka dapat disimpulkan ada hubungan antara variabel sosial media dengan perilaku seksual berisiko. Adapun nilai Odd Ratio (OR) =6.488(1.474-28.557), artinya bahwa remaja yang kurang terpapar berpeluang tidak berperilaku seksual berisiko sebesar 6.4 kali lebih besar dari responden yang terpapar media sosial. Peneliti menyarankan kepada pihak sekolah agar dapat memberikan pelajaran kepada siswa SMP di wilayah kerja Puskesmas Penarik mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi remaja tentang perilaku seksual beresiko Kata kunci: Pengetahuan, teman sebaya, media sosial, perilaku seksual. Keterangan: 1. Sinta Aditia Ramadhani 2. Bd. Lezi Yovita Sari, M.Kes 3. Ns. Berlian Kando Sianipar, S.Kep.,M.Kes
Item Type: | Article |
---|---|
Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
Divisions: | Fakultas Ilmu Kesehatan > Program Studi Kebidanan (S1) |
Depositing User: | User 1 |
Date Deposited: | 04 Mar 2025 04:23 |
Last Modified: | 04 Mar 2025 04:23 |
URI: | http://repository.unived.ac.id/id/eprint/2137 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |